Ada apa aja sih!!

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

Cara untuk mengatasi mata sembab setelah menangis

Orang yang habis menangis pasti ketahuan dari matanya bengkak. Makanya banyak yang memilih menahan tangis karena malu jika matanya ketahuan bengkak. Ternyata ada 2 penyebab mata bengkak usai menangis.
Penyebab mata bengkak setelah menangis seperti dikutip dari Livestrong,  adalah:
1. Cairan air mata mengandung garam yang bisa menyebabkan mata menjadi merah dan pembuluh darah di bawah kulit mata yang tipis akan membesar. Kondisi inilah yang membuat mata terlihat bengkak setelah menangis.
2. Saat menangis terjadi peningkatan aliran darah di area wajah yang memicu terjadi pembengkakan di kulit bawah mata.
Ketika perasaan sedih atau emosional lainnya dipicu, maka saraf akan mengirimkan sinyal-sinyal ke otak yang kemudian dilanjutkan ke lacrimal (kelenjar di dalam tubuh yang berfungsi menghasilkan air mata).
Jika tak ingin habis ketahuan menangis ada beberapa cara untuk mengatasinya:
  1. Meneteskan beberapa obat tetes mata untuk mengatasi kemerahan dan mengurangi radang pembuluh darah di mata.
  2. Memberikan kompres dingin pada mata, misalnya dengan menggunakan handuk yang sudah direndam air dingin atau dengan es batu yang diletakkan dalam plastik. Kompres dingin tidak hanya untuk mengurangi bengkak tapi juga membantu mengurangi mati rasa, rasa nyeri dan sakit.
  3. Bisa juga dengan meletakkan irisan mentimun (kandungan airnya tinggi hampir 90 persen), kentang atau mengompres dengan kantong teh (mengandung kafein yang bisa membantu menyempitkan pembuluh darah).
  4. Saat mengompres sebaiknya posisi tubuh berbaring atau duduk dengan kepala lebih tinggi, biarkan kompres mata selama 10 menit.
  5. Mengonsumsi banyak air untuk mencegah dehidrasi. Menjaga tubuh tetap hidrasi adalah salah satu cara untuk mengurangi mata bengkak, serta air membantu mengalirkan penumpukan cairan yang ada di bawah mata.
  6. Hindari makanan asin setelah menangis, karena makanan asin biasanya mengandung natrium dan kelebihan natrium dapat meningkatkan retensi air yang menyebabkan mata menjadi lebih bengkak.
  7. Jika tidak juga berkurang gunakan krim anti peradangan atau krim yang mengandung kafein untuk mengecilkan pembuluh darah di bawah mata sehingga pembengkakan berkurang. Oleskan dengan menggunakan jari manis secara lembut di kulit bawah mata.

Senin, 18 Juni 2012

LUPUS - apa itu penyakit Lupus?


Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.
Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:
  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.
“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.
Pada kehamilan dari perempuan yang menderita lupus, sering diduga berkaitan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi hal yang berkebalikan juga mungkin atau bahkan memperburuk geja LUPUS. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.
Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.
Kesembuhan total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.